face down

June 22nd, 2008 by svr-182

Red jumpsuit apparatus - face down

Hey girl you know you drive me crazy
One walk puts the rhythm in my head.
Still I’ll never understand why you hang around
I see what’s going down.

Cover up with make up in the mirror
Tell yourself it’s never gonna happen again
You cry alone and then he swears he loves you.

Do you feel like a man
When you push her around?
Do you feel better now, as she falls to the ground?
Well I’ll tell you my friend, one day this world’s going to end
As your lies crumble down, a new life she has found.

A pebble in the water makes a ripple effect
Every action in this world bear a consequence
If you wait around forever you will surely drown
I see what’s going down.

I see the way you go and say you’re right again,
Say you’re right again,
Heed my lecture.

Do you feel like a man

When you push her around?
Do you feel better now as she falls to the ground?
Well I’ll tell you my friend, one day this world’s going to end
As your lies crumble down, a new life she has found.

Face down in the dirt she said
This doesn’t hurt she said I finally had enough.
Face down in the dirt she said
This doesn’t hurt she said I finally had enough.

(Screaming)
One day she will tell you that she had enough
It’s coming round again

Do you feel like a man
When you push her around?
Do you feel better now as she falls to the ground?
Well I’ll tell you my friend one day this worlds going to end
As your lies crumble down a new life she has found

Do you feel like a man
When you push her around?
Do you feel better now as she falls to the ground?
Well I’ll tell you my friend one day this worlds going to end
As your lies crumble down a new life she has found

Face down in the dirt she said
This doesn’t hurt she said I finally had enough

- download face down.mp3 -

wid new episode

June 9th, 2008 by svr-182

Q: siapa tu foto cewek yang ada di album FS kamu?
A: owh itu pacar saya, namanya wiwid

Q: kapan jadiannya???
A: baru koq, 2 maret 2008, di monas

Q: aseeekk, anak mana pi?
A: anak medan

Q: wah jarak jauh lagi donk?
A: owh enggak, dia tinggal dijakarta koq, dekat koq dengan kosan ku, pancoran juga

Q: koq kayaknya masih anak-anak gitu? kuliah dimana emang?
A: emang iya, kita beda 3 tahun koq, dia sekarang kerja, accounting gitu lah

Q: gimana ceritanya???
A: halah!!!
    yawdah cerita sekalian aja…

awalnya tuh adeknya (febi) dulu yang sering maen ke kosan, dia kenal ama teman
kosan gw (gimbal), orang tu da kayak abang adek lah. 3 bulan kemudian kakaknya
nyusul ke jakarta, ikutan kerja di jakarta di kantor om-nya. btw om-nya ini
konsultan pajak gitu. kantornya sementara di daerah sudirman jakarta. jadi tiap
pagi mereka mampir dulu ke kosan, bangunin abangnya (gimbal), disitu kami kenalan pertama. tapi malamnya sempat juga ditelpon kami kenalan sepintas. kenalannya sih biasa, tapi kayaknya masing2 punya rasa (dugaan aja).

some day aku diajak maen ke monas ama mereka, si wiwid pengen liat monas katanya, jadi sekalian aja ajak gejrot, ngetes kamera barunya (hunting pemandangan). disana si wiwid sibuk nelpon yang akhirnya aku tau kalo dia lagi berantem ma pacarnya. uups ternyata punya pacar, mundur aja ah, gak suka jadi orang ketiga.

anak2 kosan dan febi setuju mo jodoh-jodohin kami bedua, apalagi febi bilang kalo wid baru putus ma cowoknya. orang ni pada nyemangatin2 gitu, udah jadian aja, jadian aja, biar ada yang urusin.hahaha. sempat waktu febi lagi nelpon gimbal, pas malam2 kalo ga salah, jadi dua-duanya tu sama2 di loud speaker, gimbal nanya2 ma wiwid…suka ga ma dia?sambil panas-panasin gitu. waktu itu dikondisikan ama anak kosan ecek-eceknya aku tu ga ada disitu, jadi si wid ma febi percaya kalo aku tu lagi ga dikosan. nah disitu si wid ngaku kalo dia suka juga. hmm tinggal nunggu waktu yang tepat aja niy…

tanggal 1 maret 2008, itu malam minggu, kami pigi ke monas lagi, alasannya pengen liat monas waktu malam. padahal febi ma gimbal mo nge-set kesempatan bwt kami bedua ngomong. yawda mereka pigi ntah kemana, kami ditinggal bedua. mau gak mau, terima gak terima ya ngomong aja lah. ngomong dari jam 10 malam sampe jam 2.30 pagi, ntah udah ngomong apa aja tapi intinya belom dapat jawabannya. ah yang penting dah lega dah ngomong ini, ternyata pas dijalan pulang ke kosan jam 3an pagi, minggu tanggal 2 maret 2008 itu, dia jawab "iya, wid mau jadi pacar safri"

Q: ok, makasih niy da bagi2 ceritanya, kpn2 cerita lagi ya

A: hahaha, ya iya lah ini kan blog ku, terserahku mau cerita apa aja

takdir atau bukan? revealed

January 27th, 2008 by svr-182

dari percakapan ringan bareng teman2 kongkow, akhirnya muncullah jawaban yang selama ini kutanya-tanyakan perihal takdir. ini masalah pemahaman yang ga kudapat ketika belajar dibangku sekolahan dulu, jadi tiap orang beda2 men, ok
jadi gw sependapat bahwa :
"Takdir itu adalah kejadian yang sudah berlalu, kejadian yang belom terjadi adalah pilihan."
hidup manusia selalu dihadapkan pada keadaan memilih, memilih ketika dilahirkan (walaupun dalam alam bawah sadar), memilih ketika melangkah (mau lari atau pelan, mau kaki kiri atau kanan dulu atau kanan terus terserah), memilih ketika bicara (bisa bicara dengan keras2, pelan-pelan, kasar, lemah lembut dll), memilih ketika melihat (mau lihat dengan mata agak disipitkan, lihat dengan mata melotot dll), bahkan memilih ketika bernafas (mau tarik nafas yang panjang, tersengah-engah, mau dari idung atau dari mulut). semua yang kamu lakukan saat ini adalah memilih, apapun itu.

naah si takdir itu nanti akan memposisikan diri sebagai efek atau konsekuensi dari pilihan-pilihan kita tadi. misal, jika kita pilih berlari maka mungkin takdir kita akan capek dan nafas terengah engah, jika kita bicara kasar maka mungkin takdir kita akan dibenci banyak orang, jika kita melihat dengan mata melotot mungkin takdir kita akan dikira orang marah atau orang sakit, atau jika kita bernafas dengan tarik nafas dalam yang panjang mungkin takdir kita akan berasa relaks. saya bilang mungkin karena banyak penyebab lain yang bisa jadi faktor x, seperti ada pengaruh dari orang lain, atau kondisi saat kita memilih. misal saat kita tarik nafas dalam yang panjang tiba-tiba ada nyamuk kesedot mungkin takdir kita akan emnjadi tersedak dan lain2

contoh kasus fir’aun misalnya, saat itu ia memang memilih ingin menjadi jahat, memilih menyekutukan tuhan, dan memilih saat dia mengucapkan bahwa dirinya adalah tuhan. sehingga konsekuensi (takdir) nya menjadi seperti itu, seperti dalam al-quran.

contoh lain, misalnya nih. aku pegang pisau, misal aku dendam ama si A (hahaha, kasian banget si A)trus kan aku bisa aja memilih menusuk si A (ceritanya si A ada disamping aku), tapi kan bisa aja aku memilih ngupas  mangga mengkal pake pisau tadi trus rujakan bareng si A. berarti kan aku akan memilih tu (dalam keadaan sadar) dan aku bisa mengira-ngira konsekuensi (takdir) yang bakal kuterima, kalo aku jadi bunuh si A maka mungkin aku akan dicari polisi dengan tuduhan pembunuhan. akan berbeda takdirnya jika aku milih ngupas mangga dan rujakan ama si A, maka mungkin akan terjadi kenyang atau mules dan baikan ama si A.
makin beda lagi jika ada pilihan abis ngerujak aku bunuh si A.

 

nah mudah mudahan membantu yang lain
kalo gak paham gak papa, yang penting aku dah paham
bukan Dia yang memilihku untuk berperan menjadi safri mursalin
tapi aku sendirilah yang memilih ingin menjadi safri mursalin dengan konsekuensi yang akan kuterima

nb: terima kasih buat adek

takdir atau bukan

October 22nd, 2007 by svr-182

men aku pernah mikir kek gini (sekarang pun masih)

sekarang nih ya aku lagi ngetik tulisan ini di komputer cindy3 punya OMC helpdesknya telkomsel pusat dan kamu dilain waktu sedang membaca salah satu isi blogku. apakah ini bisa kita sebut takdir?
ok fine…

this is the other filsafat

tau firaun?
manusia laknat yang diciptakan sebagai contoh untuk orang-orang sesudahnya
kisahnya masuk dalam ayat suci al-quran
apakah dia ditakdirkan untuk masuk neraka?
kasian jugak ya dia…
koq dia mau? atau ga bisa nolak kali ya?

sebagian diriku mengatakan kalo dunia ini gak adil jika takdir blablabla
sebagian yang lain mengatakan takdir ini bisa diubah kalo kita usaha
kata temanku antara ego dan akal
nah keknya aku diantaranya
antara percaya gak percaya
kalo percaya?
yaa aku bakal ngerjain apa aja yang aku sukak, intinya sukak sukak hati ku, orang udah takdir mo gimana lagi
kalo ga percaya?
jadi gak beriman kepada rukun iman yang enam itu…ribet jugak ilmu takdir ini ya?

kalo aku lihat dijakarta ya, beughh tinggi kali perbedaan antara si kaya ama si miskin yang kaya biasalah naik mobil, mobil dirumah sepuluh, rumahnya pun gak satu
pernah liat orang sekeluarga cuma punya gerobak sebiji, banyak!!!!
kalo siang dia mulung sampah, kalo malam gerobak itu jadi rumah
istri ma anaknya dia dorong2 dijalanan ibukota indonesia ini
kalo hari hujan dia tinggal ke halte untuk berteduh
gak kebayang gimana itu tidurnya, makannya, cuci mencuci, dan lain-lainlah
gak tega men, bener…tapi akhirnya cuma ngomong doang tetap gak bisa nolong
nasib…nasib >>> nah ini yang gw omongin

kalo perumpamaan temanku seperti ini…dilihat dari segi rejeki nih
setiap orang itu rejekinya sama,
umpamanya rejeki itu digambarkan sebagai sebuah karung besar berisi uang yang digantungkan diatas kepala masing-masing orang. yang mana tiap karung isinya sama untuk tiap orang.
nah tinggal bagaimana usaha masing-masing orang untuk mengambilnya
ada yang nyongkelnya pake lidi
ada yang nyongkelnya pake bambu
ada juga yang pake tombak
siapa yang paling jerih usahanya dia lah yang paling banyak dan cepat menikmatinya
itu baru masalah rejeki…kebayang ga yang laen gimana?

jawabannya gimana? menurutku (akhirnya)
intinya takdir ini gak usah dipikirkan
usaha dan jalani aja apa yang baru saja lewat
seperti nonton cerita sebuah film di DVD
jika kita langsung melihat bagian akhirnya…
ooowh ternyata dia mati, ooowh ternyata dia hidup bahagia atau ooowh menang
maka film itu jadi gak menarik
justru jadi menarik kalo kita lihat dari awal sampai akhir

walaupun banyak juga film yang ga mutu atau bikin boring ya
so…
buatlah film mu sebaik mungkin, nanti kita bisa menontonnya jika udah selesai (mati)
sutradaranya ALLAH SWT

hebat, suatu saat aku mau tanyain kenapa DIA memilihku memerankan seorang safri mursalin (kalo bisa ya)